Makna Dibalik Tradisi Melempar Buket Bunga Pernikahan

25 days ago
Share:
Makna Dibalik Tradisi Melempar Buket Bunga Pernikahan

Salah satu tradisi menarik dan sangat mencuri perhatian saat menggelar pesta pernikahan dengan konsep internasional adalah momen pelemparan bunga atau hand bouquet. Konon yang mendapat lemparan bunga akan segera menjadi pengantin. Oleh karena itu, momen ini dinantikan oleh mereka yang belum menikah atau belum memiliki pasangan. Namun, apakah arti sebenarnya dari prosesi ini?


Tradisi melempar buket bunga oleh kedua mempelai berasal dari negara-negara di Eropa dan Amerika Utara. Sebelum adanya tradisi ini, ada tradisi merobek gaun pengantin, yang kemudian disobek-sobek karena dipercaya membawa keberuntungan dalam hubungan percintaan bagi yang memeliharanya.



Seiring berjalannya waktu, tradisi menyobek gaun tersebut mulai hilang karena banyak yang menyadari bahwa tradisi tersebut akan merusak gaun. Alasan lainnya adalah karena gaun pengantin harganya mahal, sehingga lebih baik diturunkan kepada anak cucu daripada merusaknya.


Buket bunga sebenarnya melambangkan kesuburan dan keindahan. Bagi para lajang yang mendapatkan lemparan bunga diharapkan segera menyusul calon pengantin untuk menikah dan hidup bahagia. Pertama, awal tradisi ini berjalan, kedua mempelai akan melemparkan sebuket bunga kepada teman-temannya. Diharapkan para sahabat dekat ini dapat merasakan kebahagiaan pernikahan seperti yang dirasakan oleh pengantin wanita.



Namun, karena tamu lain juga ingin merasakan euphoria unik ini, maka prosesi ini kini sudah bisa dihadiri banyak tamu undangan. Caranya, kedua mempelai akan membelakangi para tamu dan melemparkan bunga ke arah yang diinginkan, sehingga kedua mempelai tidak mengetahui siapa yang akan menerima lemparan bunga tersebut.


Di Indonesia sendiri juga ada tradisi yang hampir seperti ini. Katanya, dengan mengambil bunga melati atau kantil pengantin, akan membuat orang tersebut menjadi enteng jodoh atau segera mendapatkan pasangan. Tradisi ini ada dalam pernikahan adat di beberapa daerah di tanah air. Meski secara logika hal ini masih sulit dijelaskan, banyak lajang yang tetap nekat melakukannya saat pernikahan. Mereka akan mengambil bunga ini secara diam-diam tanpa sepengetahuan pengantin wanita.



Di masa lalu, mungkin kita bisa mencuri bunga melati yang dikenakan oleh pengantin wanita tanpa sepengetahuannya. Namun sekarang, bunga melati biasanya diikat dengan benang, sehingga jika diambil atau ditarik satu bunga saja akan terasa oleh pengantin wanita. Lucunya, saat ini justru banyak calon pengantin yang langsung memberikan bunga melati yang mereka kenakan kepada teman-temannya agar cepat menyusul ke altar.


Share: